Buta Warna: Bukan Sekadar Salah Membedakan Warna, Kenali Jenis dan Cara Mendeteksinya

Buta Warna: Bukan Sekadar Salah Membedakan Warna, Kenali Jenis dan Cara Mendeteksinya

Buta warna bukan berarti seseorang sama sekali tidak dapat melihat warna. Pada sebagian besar kasus, seseorang masih dapat melihat berbagai warna, tetapi mengalami kesulitan membedakan warna atau gradasi warna tertentu. Kondisinya dapat ringan hingga berat, sehingga sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan penglihatan warna.

Apa Itu Buta Warna?

Buta warna adalah kondisi ketika kemampuan seseorang dalam melihat atau membedakan warna berbeda dari kemampuan penglihatan warna pada umumnya. Kondisi ini berkaitan dengan fungsi sel kerucut (cone cells) di retina yang berperan dalam mengenali warna. Gangguan pada fungsi sel tersebut dapat menyebabkan seseorang kesulitan membedakan kombinasi warna tertentu.

Sebagian besar buta warna bersifat genetik dan sudah ada sejak lahir, terutama pada gangguan penglihatan warna merah-hijau. Namun, gangguan penglihatan warna juga dapat muncul kemudian akibat penyakit mata, gangguan pada saraf optik atau otak, cedera, proses penuaan, maupun penggunaan obat tertentu. Karena itu, perubahan kemampuan melihat warna yang baru muncul saat dewasa sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai buta warna bawaan dan perlu diperiksakan.


Seberapa Sering Buta Warna Terjadi?

Gangguan penglihatan warna merah-hijau merupakan jenis yang paling umum ditemukan. Berdasarkan data National Eye Institute, kondisi ini diperkirakan terjadi pada sekitar 1 dari 12 laki-laki dan 1 dari 200 perempuan pada populasi dengan keturunan Eropa Utara, meskipun prevalensinya dapat berbeda pada populasi lain. Perbedaan angka tersebut berkaitan antara lain dengan pola pewarisan genetik gangguan penglihatan warna.

Buta warna juga lebih sering ditemukan pada laki-laki karena beberapa bentuk gangguan penglihatan warna merah-hijau diturunkan melalui kromosom X. Meski demikian, perempuan juga dapat mengalami kondisi tersebut. Oleh sebab itu, riwayat keluarga dapat menjadi salah satu informasi penting saat melakukan pemeriksaan penglihatan warna.


Jenis-Jenis Buta Warna

1. Buta Warna Merah-Hijau

Buta warna merah-hijau merupakan jenis gangguan penglihatan warna yang paling sering ditemukan. Penderitanya dapat mengalami kesulitan membedakan warna merah dan hijau, termasuk beberapa warna yang memiliki kemiripan dengan keduanya. Tingkat gangguannya dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga seseorang hampir tidak dapat membedakan merah dan hijau.

Beberapa bentuk yang termasuk dalam kelompok ini adalah deuteranomali, protanomali, deuteranopia, dan protanopia. Deuteranomali dan protanomali merupakan bentuk yang relatif lebih ringan, sedangkan deuteranopia dan protanopia dapat menyebabkan kesulitan membedakan merah dan hijau yang lebih berat. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas tertentu yang sangat bergantung pada identifikasi warna.

2. Buta Warna Biru-Kuning

Buta warna biru-kuning atau tritan color vision deficiency merupakan kondisi yang lebih jarang dibandingkan gangguan merah-hijau. Seseorang dengan kondisi ini dapat mengalami kesulitan membedakan beberapa kombinasi warna, seperti biru dengan hijau atau kuning dengan warna tertentu. Gangguan ini dapat berupa tritanomaly atau tritanopia, tergantung tingkat gangguan persepsi warnanya.

3. Buta Warna Total

Buta warna total atau achromatopsia merupakan kondisi yang sangat jarang terjadi. Pada bentuk yang lengkap, seseorang tidak dapat melihat warna dan dunia visual lebih banyak terlihat dalam warna hitam, putih, dan gradasi abu-abu. Kondisi ini juga dapat disertai gangguan lain, seperti penurunan ketajaman penglihatan, sensitivitas terhadap cahaya, atau gerakan mata yang tidak terkendali (nystagmus).


Apa Saja Tanda yang Perlu Diperhatikan?

Gejala utama gangguan penglihatan warna adalah kesulitan membedakan warna tertentu atau melihat warna dengan cara yang berbeda dari kebanyakan orang. Seseorang mungkin sering keliru menyebut warna, sulit membedakan beberapa gradasi warna, atau mengalami kesulitan ketika aktivitas sehari-hari menggunakan warna sebagai penanda. Pada kasus ringan, keluhan tersebut dapat sangat samar sehingga baru diketahui ketika menjalani pemeriksaan.

Pada anak-anak, tanda gangguan penglihatan warna dapat terlihat ketika mereka mengalami kesulitan mempelajari atau mengelompokkan warna. Anak juga dapat mengalami kendala dalam aktivitas sekolah yang menggunakan warna sebagai bagian dari instruksi atau materi pembelajaran. Jika kondisi tersebut sering terjadi, orang tua dapat mempertimbangkan pemeriksaan mata untuk memastikan apakah terdapat gangguan penglihatan warna.


Bagaimana Cara Mendeteksi Buta Warna?

Buta warna dapat diketahui melalui pemeriksaan penglihatan warna yang dilakukan oleh dokter mata atau tenaga kesehatan yang sesuai. Salah satu pemeriksaan yang paling umum digunakan adalah Color Plate Test, termasuk tes Ishihara. Dalam pemeriksaan ini, pasien diminta melihat pola titik-titik berwarna yang membentuk angka, huruf, atau bentuk tertentu.

Jika hasil pemeriksaan awal belum memberikan gambaran yang cukup, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lainnya. Salah satunya adalah anomaloscope, yang digunakan untuk menilai kemampuan seseorang dalam mencocokkan warna dan tingkat kecerahannya. Pemeriksaan lain adalah hue test, yaitu pasien diminta mengurutkan kepingan warna berdasarkan susunan warna tertentu, terutama untuk kebutuhan yang memerlukan kemampuan membedakan warna secara lebih akurat. Tes Ishihara banyak digunakan untuk mendeteksi gangguan penglihatan warna merah-hijau, terutama yang bersifat bawaan.


Apakah Buta Warna Bisa Disembuhkan?

Pada buta warna yang diturunkan secara genetik, saat ini belum tersedia terapi yang dapat mengembalikan kemampuan melihat warna secara normal. Meskipun demikian, sebagian besar orang dengan gangguan penglihatan warna dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut dan tetap menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Beberapa alat bantu atau teknologi tertentu juga dapat membantu meningkatkan perbedaan warna atau memberikan informasi mengenai warna.

Penanganannya berbeda apabila gangguan penglihatan warna terjadi akibat penyakit atau kondisi tertentu. Dokter perlu mencari dan menangani penyebab yang mendasarinya, misalnya gangguan pada retina, saraf optik, otak, atau faktor lain yang dapat memengaruhi persepsi warna. Oleh karena itu, gangguan penglihatan warna yang muncul secara tiba-tiba atau mengalami perubahan perlu mendapatkan evaluasi medis.


Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter Mata?

Konsultasi dengan dokter mata sebaiknya dilakukan apabila Anda atau anak sering mengalami kesulitan membedakan warna dan kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga penting apabila terdapat riwayat buta warna dalam keluarga atau anak terlihat mengalami kesulitan dalam mengenali warna saat belajar. Dengan pemeriksaan yang tepat, kondisi penglihatan warna dapat diketahui dan dipahami sejak dini.

Perhatian khusus diperlukan apabila gangguan membedakan warna baru muncul saat dewasa, berubah secara tiba-tiba, atau disertai keluhan penglihatan lainnya. Kondisi tersebut tidak selalu merupakan buta warna bawaan dan dapat berkaitan dengan gangguan pada mata, saraf optik, atau bagian otak yang berperan dalam penglihatan. Pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan untuk menentukan penyebab dan langkah selanjutnya.


Kenali Kondisi Penglihatan, Jaga Kesehatan Mata

Buta warna mungkin bukan kondisi yang mengganggu seluruh aktivitas seseorang, tetapi mengetahui kemampuan penglihatan warna dapat membantu seseorang beradaptasi dengan lebih baik. Jangan menunggu sampai gangguan penglihatan menghambat aktivitas Anda. Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi berbagai masalah penglihatan, termasuk gangguan dalam membedakan warna. Jika Anda memiliki keluhan atau perubahan pada penglihatan, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Mata di IHC RS Wonolangan untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat dan menentukan langkah yang sesuai..


Referensi

Perlu diingat bahwa informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani bisa bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis akan memberikan rekomendasi pemeriksaan dan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Untuk kemudahan dalam berkonsultasi, Anda dapat memanfaatkan aplikasi IHC Telemed. Dengan aplikasi ini, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Unduh IHC Telemed sekarang dan manfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung kesehatan Anda.

 

Yuk tetap jaga kesehatan gigi dan mulut kita, Dapatkan Informasi tentang:

Artikel kesehatan kami : https://rswonolangan.ihc.id/artikel.html

Informasi terkait jadwal poli spesialis: https://rswonolangan.ihc.id/cari-dokter.html

Lakukan pendaftaran melalui:https://mitra.nusamed.co.id/

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi nomor layanan pelanggan kami Rumah Sakit Wonolangan Klik Link dibawah ini:

KLIK UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT