Sering Lupa? Kenali Perbedaan Lupa Biasa dan Alzheimer

Sering Lupa? Kenali Perbedaan Lupa Biasa dan Alzheimer

Lupa menaruh kunci, lupa nama seseorang, atau sesekali lupa hendak melakukan sesuatu bisa dialami siapa saja. Namun, kapan lupa masih dianggap wajar dan kapan perlu dicurigai sebagai tanda gangguan kognitif seperti Alzheimer? Seiring bertambahnya usia, beberapa perubahan pada kemampuan mengingat memang dapat terjadi. Seseorang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat informasi, sesekali lupa menaruh barang, atau kesulitan mengingat nama seseorang. Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami Alzheimer. Yang perlu diperhatikan adalah pola kelupaannya, apakah semakin sering atau memburuk, serta apakah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.


Apa Itu Alzheimer?

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gangguan dapat meliputi kemampuan mengingat, berpikir, berbahasa, memecahkan masalah, hingga melakukan aktivitas sehari-hari. Perubahan pada otak yang berhubungan dengan Alzheimer dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum gangguan kognitif menjadi jelas. Karena itu, mengenali perubahan fungsi kognitif sejak dini menjadi penting. Alzheimer juga tidak hanya ditandai oleh lupa. Seiring perkembangan penyakit, gangguan dapat melibatkan berbagai kemampuan kognitif dan akhirnya memengaruhi kemandirian seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Lupa Biasa Atau Alzheimer?

Tidak semua kelupaan merupakan tanda penyakit. Berikut gambaran sederhana yang dapat membantu mengenali perbedaannya:

Lupa yang Masih Umum pada Penuaan

  1. Sesekali lupa menaruh barang.
  2. Lupa nama seseorang, tetapi kemudian ingat.
  3. Membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat informasi.
  4. Sesekali lupa jadwal atau janji.
  5. Masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
  6. Menyadari bahwa dirinya lupa dan berusaha mengingat kembali.

Perubahan yang Perlu Dicurigai

  1. Sering kehilangan barang dan tidak mampu mengingat kembali langkah yang dilakukan.
  2. Berulang kali tidak mengenali atau mengingat nama orang yang sudah dikenal.
  3. Sering mengulang pertanyaan atau cerita yang sama.
  4. Sering lupa janji penting meskipun sudah diberi pengingat.
  5. Mulai kesulitan mengelola aktivitas yang sebelumnya dikuasai.
  6. Gangguan semakin progresif 

Perlu ditekankan bahwa tabel tersebut bukan alat untuk mendiagnosis Alzheimer. Diagnosis memerlukan penilaian profesional terhadap fungsi kognitif, kemampuan sehari-hari, riwayat kesehatan, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang.

Tanda-Tanda Yang Perlu Diwaspadai

Segera konsultasikan kepada dokter apabila perubahan daya ingat mulai:

  1. Semakin sering terjadi, Kelupaan terjadi berulang dan menunjukkan pola yang semakin memburuk
  2. Mengganggu aktivitas sehari-hari, Misalnya mulai kesulitan mengatur keuangan, menggunakan telepon, memasak, mengonsumsi obat sesuai jadwal, atau melakukan aktivitas yang sebelumnya sudah dikuasai.
  3. Mengganggu kemampuan menemukan jalan, Seseorang yang sebelumnya mengenal lingkungan sekitar mulai sering tersesat atau kebingungan di tempat yang familiar.
  4. Menyebabkan kesulitan berkomunikasi, Mulai kesulitan menemukan kata yang tepat atau mengikuti percakapan.
  5. Mengalami perubahan dalam memecahkan masalah, Kesulitan menyelesaikan tugas sederhana yang sebelumnya dapat dilakukan secara mandiri.
  6. Mengalami perubahan perilaku atau kepribadian, Perubahan yang nyata pada perilaku, suasana hati, atau interaksi sosial juga perlu diperhatikan dalam evaluasi gangguan kognitif.


Alzheimer tidak hanya memengaruhi memori. Evaluasi klinis modern mempertimbangkan fungsi kognitif, perilaku, kemampuan sehari-hari, serta kemungkinan penyebab lain dari gangguan kognitif.


Tidak Semua Gangguan Ingatan Adalah Alzheimer

Keluhan lupa dapat memiliki banyak penyebab. Gangguan tidur, stres, depresi, efek obat tertentu, gangguan metabolik, kekurangan nutrisi tertentu, serta berbagai kondisi medis dapat memengaruhi fungsi kognitif. Karena itu, seseorang yang mengalami keluhan daya ingat tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa dirinya mengalami Alzheimer.

Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasari keluhan tersebut dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan kognitif atau pemeriksaan lainnya. Pedoman klinis Alzheimer Association terbaru merekomendasikan pendekatan evaluasi yang terstruktur, termasuk menilai fungsi kognitif, perilaku, suasana hati, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.


Bagaimana Alzheimer Didiagnosis?

Diagnosis Alzheimer tidak cukup hanya berdasarkan satu keluhan, misalnya sering lupa.

Dokter dapat melakukan:

  • Wawancara dengan pasien dan keluarga.
  • Penilaian fungsi kognitif.
  • Penilaian kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Pemeriksaan fisik dan neurologis.
  • Pemeriksaan laboratorium tertentu untuk mencari penyebab lain.
  • Pemeriksaan pencitraan otak bila diperlukan.
  • Pemeriksaan biomarker pada kondisi tertentu.

Perkembangan ilmu kedokteran juga memungkinkan penggunaan biomarker yang berkaitan dengan perubahan patologis Alzheimer. Kriteria diagnostik yang diperbarui pada 2024 semakin menekankan pentingnya bukti biologis penyakit, meskipun penerapannya dalam praktik klinis tetap perlu mempertimbangkan kondisi dan konteks pasien.


Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Menjaga Kesehatan Otak?

Menjaga kesehatan otak sebaiknya dilakukan sejak usia dewasa dan tidak menunggu munculnya gangguan daya ingat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Tetap aktif secara fisik, Aktivitas fisik teratur merupakan salah satu bagian dari strategi menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia.
  2.  Jaga pola makan, Pola makan seimbang dengan konsumsi sayur, buah, sumber protein, serta membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula berlebihan dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
  3. Kendalikan faktor risiko pembuluh darah, Tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan faktor risiko kardiovaskular lainnya perlu dikendalikan karena kesehatan pembuluh darah juga berkaitan dengan kesehatan otak.
  4. Tidur cukup, Tidur yang baik merupakan bagian penting dari kesehatan fisik dan kognitif.
  5. Tetap aktif secara mental dan social, Membaca, belajar hal baru, melakukan aktivitas yang merangsang kognitif, berinteraksi sosial, serta mempertahankan aktivitas yang bermakna dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk otak..

Laporan Lancet Commission 2024 mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang dapat dimodifikasi sepanjang kehidupan dan menekankan pentingnya upaya pencegahan demensia melalui pendekatan sepanjang rentang hidup.


Kapan Harus Dibawa Ke Dokter?

Jangan menunggu sampai gangguan semakin berat. Pertimbangkan konsultasi apabila Anda atau anggota keluarga mengalami:

  • Kelupaan yang semakin sering dan progresif.
  • Sering mengulang pertanyaan atau cerita.
  • Kesulitan mengelola aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan.
  • Sering tersesat di tempat yang familiar.
  • Kesulitan menemukan kata atau mengikuti percakapan.
  • Perubahan perilaku atau kepribadian yang nyata.
  • Penurunan kemampuan mengurus diri sendiri.

Semakin cepat perubahan kognitif dievaluasi, semakin cepat pula penyebabnya dapat dicari dan kebutuhan perawatannya dapat ditentukan.


Jangan Panik, Jangan Juga Diabaikan

Lupa sesekali merupakan bagian yang dapat terjadi dalam proses penuaan. Namun, kelupaan yang semakin sering, semakin berat, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapatkan perhatian. Jadi, ketika orang tua atau orang terdekat mulai sering lupa, jangan langsung mengatakan, “Itu pasti Alzheimer.”

Sebaliknya, jangan pula selalu menganggapnya sebagai “namanya juga sudah tua.” Perhatikan perubahan yang terjadi, catat kapan mulai muncul, dan konsultasikan kepada tenaga kesehatan jika keluhan menetap atau semakin memburuk.


Kenali perubahan sejak dini. Jaga kesehatan otak. Tetap aktif, mandiri, dan terhubung dengan orang-orang di sekitar.

Sering lupa belum tentu Alzheimer. Tetapi lupa yang semakin mengganggu kehidupan sehari-hari jangan diabaikan.

 

Referensi

  1. Livingston G, Huntley J, Liu KY, et al. Dementia prevention, intervention, and care: 2024 report of the Lancet standing Commission. The Lancet. 2024;404(10452):572–628. doi:10.1016/S0140-6736(24)01296-0.
  2. Jack CR Jr, Andrews JS, Beach TG, et al. Revised criteria for diagnosis and staging of Alzheimer's disease: Alzheimer's Association Workgroup. Alzheimer's & Dementia. 2024;20(8):5143–5169. doi:10.1002/alz.13859.
  3. Day GS. Diagnosing Alzheimer Disease. Continuum (Minneapolis, Minn.). 2024;30(6):1584–1613. doi:10.1212/CON.0000000000001507.
  4. Raimo S, Maggi G, Ilardi CR, et al. The relation between cognitive functioning and activities of daily living in normal aging, mild cognitive impairment, and dementia: a meta-analysis. Neurological Sciences. 2024;45(6):2427–2443. doi:10.1007/s10072-024-07366-2.
  5. Chen Y, Al-Nusaif M, Li S, et al. Progress on early diagnosing Alzheimer's disease. Frontiers of Medicine. 2024;18(3):446–464. doi:10.1007/s11684-023-1047-1.
  6. Reddy PH, et al. Overlooked cases of mild cognitive impairment: Implications to early Alzheimer's disease. Ageing Research Reviews. 2024. doi:10.1016/j.arr.2024.102335.
  7. Atri A, Dickerson BC, Clevenger C, et al. The Alzheimer's Association clinical practice guideline for the Diagnostic Evaluation, Testing, Counseling, and Disclosure of Suspected Alzheimer's Disease and Related Disorders (DETeCD-ADRD): Executive summary of recommendations for primary care. Alzheimer's & Dementia. 2025;21(6):e14333. doi:10.1002/alz.14333.


Perlu diingat bahwa informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani bisa bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis akan memberikan rekomendasi pemeriksaan dan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Untuk kemudahan dalam berkonsultasi, Anda dapat memanfaatkan aplikasi IHC Telemed. Dengan aplikasi ini, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Unduh IHC Telemed sekarang dan manfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung kesehatan Anda.

 

Yuk tetap jaga kesehatan gigi dan mulut kita, Dapatkan Informasi tentang:

Artikel kesehatan kami : https://rswonolangan.ihc.id/artikel.html

Informasi terkait jadwal poli spesialis: https://rswonolangan.ihc.id/cari-dokter.html

Lakukan pendaftaran melalui:https://mitra.nusamed.co.id/

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi nomor layanan pelanggan kami Rumah Sakit Wonolangan Klik Link dibawah ini:

KLIK UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT