Lembur Terus-Menerus? Ketahui Dampaknya bagi Jantung dan Kesehatan Mental

Lembur Terus-Menerus? Ketahui Dampaknya bagi Jantung dan Kesehatan Mental

Apakah lembur berbahaya? Bagi sebagian orang, lembur sudah menjadi bagian dari rutinitas kerja. Menyelesaikan target, mengejar deadline, hingga tuntutan pekerjaan sering kali membuat seseorang bekerja melebihi jam kerja normal. Sesekali lembur mungkin tidak menjadi masalah. Namun, lembur terus-menerus tanpa waktu istirahat yang cukup dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyakit jantung hingga masalah kesehatan mental.

Lantas, apa saja dampak lembur bagi tubuh? Simak penjelasan berikut.


Apa Itu Lembur?


Lembur adalah kondisi ketika seseorang bekerja melebihi jam kerja normal yang telah ditetapkan perusahaan. Di Indonesia, jam kerja umumnya berkisar 40 jam per minggu.

Masalah mulai muncul ketika lembur dilakukan secara terus-menerus selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan kronis (chronic fatigue) akibat kurang tidur, stres berkepanjangan, dan minimnya waktu untuk pemulihan.


Mengapa Lembur Bisa Membahayakan Kesehatan?


Saat bekerja terlalu lama, tubuh akan memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah yang lebih tinggi. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, hormon stres dapat memengaruhi hampir seluruh organ tubuh, termasuk jantung, otak, sistem imun, hingga kesehatan mental.

Selain itu, orang yang sering lembur umumnya memiliki pola hidup yang kurang sehat, seperti:

  • Tidur kurang dari 7 jam per malam.
  • Jarang berolahraga.
  • Konsumsi makanan cepat saji atau tinggi gula.
  • Minum kopi berlebihan.
  • Kurang memiliki waktu berkumpul bersama keluarga atau melakukan hobi.

Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.


Dampak Lembur bagi Jantung

1. Tekanan Darah Meningkat

2. Risiko Penyakit Jantung Koroner

3. Gangguan Irama Jantung

4. Risiko Stroke


Dampak Lembur bagi Kesehatan Mental

Selain kesehatan fisik, lembur berkepanjangan juga sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis seseorang.


1.  Burnout

  • Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres kerja yang berlangsung lama.
  • Gejala burnout meliputi selalu merasa lelah meskipun sudah tidur, sulit berkonsentrasi, motivasi kerja menurun, mudah marah, merasa pekerjaan tidak lagi bermakna, produktivitas menurun.
  • Burnout tidak sama dengan rasa lelah biasa karena dapat berlangsung dalam waktu lama dan memengaruhi kualitas hidup.

2.  Gangguan Kecemasan (Anxiety)

Tekanan pekerjaan yang tinggi dapat membuat seseorang mengalami kecemasan berlebihan.

3.  Depresi

Lembur yang berlangsung lama juga dapat meningkatkan risiko depresi, terutama bila seseorang merasa tidak memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance).

4.     Gangguan Tidur

Kurang tidur menjadi salah satu efek paling sering dialami pekerja yang sering lembur.

  • Tidur yang tidak berkualitas menyebabkan:
  • Konsentrasi menurun.
  • Mudah lupa.
  • Emosi tidak stabil.
  • Sistem imun melemah.
  •  Risiko diabetes dan penyakit jantung meningkat.

 

 

Tanda-Tanda Tubuh Sudah Terlalu Lelah Akibat Lembur

Jangan abaikan jika Anda mengalami beberapa gejala berikut:

  • Mudah lelah setiap hari.
  • Sulit bangun pagi.
  • Sering sakit kepala.
  • Nyeri leher dan bahu.
  • Jantung berdebar.
  • Sulit fokus saat bekerja.
  • Mudah marah atau sensitif.
  • Sulit tidur.
  • Nafsu makan berubah.
  • Tidak bersemangat menjalani aktivitas.

Bila kondisi ini berlangsung selama beberapa minggu, sebaiknya segera lakukan evaluasi terhadap pola kerja dan kesehatan Anda.


Cara Mengurangi Dampak Buruk Lembur


Apabila pekerjaan mengharuskan Anda lembur, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi dampaknya.

1.    Prioritaskan Tidur Berkualitas

Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pemulihan.

2.    Istirahat Singkat Saat Bekerja

Luangkan waktu sekitar 5–10 menit setiap 1–2 jam untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan.

3.    Kelola Stres

Lakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks, seperti Meditasi., Melakukan hobi. Ataupun Menghabiskan waktu bersama keluarga.

4.    Tetap Aktif Bergerak

Olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggu dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan hormon stres.

5.    Konsumsi Makanan Bergizi

Hindari terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji saat lembur dan batasi konsumsi kopi serta minuman berenergi, terutama pada malam hari.

6.    Terapkan Work-Life Balance

Pisahkan waktu bekerja dan waktu istirahat. Hindari membawa pekerjaan terus-menerus hingga mengganggu waktu bersama keluarga atau waktu untuk diri sendiri.


Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater?


Apabila tekanan pekerjaan mulai mengganggu kualitas hidup, seperti sulit tidur, mudah lelah, kehilangan semangat, merasa cemas berlebihan, atau kewalahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Penanganan sejak dini dapat membantu Anda mengelola stres dengan lebih baik sehingga kesehatan mental dan produktivitas tetap terjaga.


Di IHC RS Wonolangan, Anda dapat berkonsultasi di Poli Psikologi maupun Poli Jiwa sesuai kebutuhan. Poli Psikologi memberikan layanan konsultasi psikologi, asesmen psikologis, serta pendampingan dalam mengatasi stres kerja, burnout, kecemasan, depresi, hingga berbagai permasalahan psikologis lainnya. Sementara itu, Poli Jiwa melayani konsultasi dengan dokter spesialis jiwa (psikiater) untuk evaluasi dan penanganan gangguan kesehatan mental yang memerlukan diagnosis medis, terapi, maupun pengobatan.


Jangan menunggu hingga kondisi semakin berat. Mendapatkan bantuan yang tepat merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup Anda.

 

Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena bekerja dengan sehat jauh lebih baik daripada bekerja tanpa henti.


Referensi :

  1. American Heart Association. (2024). Stress and heart health. https://www.heart.org
  2. Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Burnout. In G. Fink (Ed.), Stress: Concepts, cognition, emotion, and behavior (pp. 351–357). Academic Press.
  3. National Institute for Occupational Safety and Health. (2023). Stress at work. https://www.cdc.gov/niosh
  4. World Health Organization. (2019). Burn-out an occupational phenomenon: International Classification of Diseases (ICD-11). https://www.who.int
  5. World Health Organization, & International Labour Organization. (2021). Long working hours and burden of disease: A joint WHO/ILO systematic analysis. Geneva: World Health Organization.
  6. Yoo, D. H., Kang, M. Y., Paek, D., Min, B., & Cho, S. I. (2021). Effect of long working hours on self-reported hypertension among middle-aged and older wage workers. Annals of Occupational and Environmental Medicine, 33(1), e12. https://doi.org/10.35371/aoem.2021.33.e12

 

Perlu diingat bahwa informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani bisa bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis akan memberikan rekomendasi pemeriksaan dan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

 

Untuk kemudahan dalam berkonsultasi, Anda dapat memanfaatkan aplikasi IHC Telemed. Dengan aplikasi ini, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Unduh IHC Telemed sekarang dan manfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung kesehatan Anda.

 

Yuk tetap jaga kesehatan kita, Dapatkan Informasi tentang:

Artikel kesehatan kami : https://rswonolangan.ihc.id/artikel.html

Informasi terkait jadwal poli spesialis: https://rswonolangan.ihc.id/cari-dokter.html

Lakukan pendaftaran melalui:https://mitra.nusamed.co.id/

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi nomor layanan pelanggan kami Rumah Sakit Wonolangan Klik Link dibawah ini


KLIK UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT