Benarkah KB IUD Menyebabkan Kemandulan?

Benarkah KB IUD Menyebabkan Kemandulan?

Alat kontrasepsi yang ada di dalam rahim atau yang biasa dikenal dengan IUD merupakan alat berbentuk huruf T yang dipasang oleh dokter kandungan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Walaupun kasus kehamilan sangat jarang, tetap ada kemungkinan hamil meski sudah menggunakan IUD. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pemakaian KB IUD lama bisa menyebabkan kemandulan ? Yuk simak informasi berikut untuk informasi selengkapnya. 


Mitos dan Kesalahpahaman Pascaputus Pakai Kontrasepsi

Adanya mitos dan kesalahpahaman tentang ketidaksuburan pascaputus pakai kontrasepsi telah membuat banyak perempuan tidak mau menggunakan kontrasepsi (Gueye et al., 2015; Hyttel et al., 2012; Russo et al., 2013; Sedgh & Hussain, 2014). Kekhawatiran adanya dampak ketidaksuburan pascaputus pakai kontrasepsi sering dialami oleh pasangan, khususnya yang belum pernah mempunyai anak atau yang masih ingin mempunyai anak lagi.


Konsep Kembalinya Kesuburan

Pasangan usia subur yang sehat dan melakukan hubungan seksual tanpa terproteksi, mempunyai kemungkinan hamil sekitar 20% dalam satu siklus. Tingkat kehamilan tersebut meningkat seiring bertambahnya waktu yaitu 57% wanita akan hamil dalam 3 bulan pertama dan selanjutnya bertambah sekitar 15% lagi akan hamil pada 3 bulan berikutnya. Pada populasi umum, sekitar 85% wanita dapat hamil dalam satu tahun. Angka kehamilan kumulatif tersebut terus meningkat menjadi 92% dalam 2 tahun dan 93% dalam 3 tahun. Penelitian lain menunjukkan 30% wanita hamil pada bulan pertama dan meningkat menjadi 50% kehamilan yang terjadi dalam 2 bulan dan 80% kehamilan terjadi dalam 6 bulan

 

Kembalinya kesuburan pada beberapa kontrasepsi

Keterlambatan menjadi hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi suntikan menjadi pertimbangan khusus disaat metode kontrasepsi lainnya memungkinkan kembalinya kesuburan lebih cepat. Pada satu tahun setelah injeksi terakhir, 72,7%-82,9% perempuan telah hamil dengan median waktu terjadinya kehamilan yaitu 6-11 bulan. Apabila dibandingkan dengan kondom, maka waktu kembalinya kesuburan setelah berhenti menggunakan suntikan 3 kali lebih panjang, sedangkan pada pengguna pil kombinasi 2 kali lebih panjang dan metode IUD 1.6 kali lebih panjang.

IUD merupakan kontrasepsi yang efektif dan aman dalam mencegah terjadinya kehamilan dalam jangka waktu yang panjang. Berbagai studi menunjukkan bahwa seorang wanita dapat segera hamil setelah melepaskan IUD. Setelah 1 tahun tidak menggunakan kontrasepsi, kehamilan pada eks-pengguna IUD lebih tinggi dibandingkan eks-pengguna non IUD (pil) dengan persentase masing-masing 81% dibandingkan 70% (Stoddard et al., 2015). Hal senada juga ditunjukkan sebuah studi bahwa tingkat kehamilan setelah satu tahun melepas IUD adalah 88% dan hampir semua wanita berhasil hamil setelah dua tahun (Stoddard et al., 2015; Zhu et al., 2013).

Artinya, KB IUD menyebabkan kemandulan adalah mitos ya sobat, meskipun membutuhkan waktu untuk kembali subur setelah penghentian penggunaan. Perlu diingat bahwa informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran tenaga medis. Pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani bisa bervariasi tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis akan memberikan rekomendasi pemeriksaan dan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

 

Untuk kemudahan dalam berkonsultasi, Anda dapat memanfaatkan aplikasi IHC Telemed. Dengan aplikasi ini, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Unduh IHC Telemed sekarang dan manfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung kesehatan Anda.

 

Yuk tetap jaga kesehatan kita, Dapatkan Informasi tentang:

Artikel kesehatan kami : https://rswonolangan.ihc.id/artikel.html

Informasi terkait jadwal poli spesialis: https://rswonolangan.ihc.id/cari-dokter.html

Lakukan pendaftaran melalui:https://mitra.nusamed.co.id/

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi nomor layanan pelanggan kami Rumah Sakit Wonolangan Klik Link dibawah ini

 

Sumber:

  1. Gueye, A., Speizer, I. S., Corroon, M., & Okigbo, C. C. (2015). Belief in Family Planning Myths at the Individual And Community Levels and Modern Contraceptive Use in Urban Africa. International Perspectives on Sexual and Reproductive Health, 41(4), 191–199. https://doi.org/10.1363/4119115
  2. Hyttel, M., Rasanathan, J. J. K., Tellier, M., & Taremwa, W. (2012). Use of injectable hormonal contraceptives: Diverging perspectives of women and men, service providers and policymakers in Uganda. Reproductive Health Matters, 20(40), 148–157. https://doi.org/10.1016/S0968-8080(12)40654-1
  3. Russo, J. A., Miller, E., & Gold, M. A. (2013). Myths and misconceptions about long-acting reversible contraception (LARC). Journal of Adolescent Health, 52(4 SUPPL.), S14–S21. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2013.02.003
  4. Sedgh, G., & Hussain, R. (2014). Reasons for Contraceptive Nonuse among Women Having Unmet Need for Contraception in Developing Countries Reasons for Contraceptive Nonuse among Women Having Unmet Need for Contraception in Developing Countries For decades , the of unmet need for the contr. Studies in Family Planning, 45(2), 151–169
  5. Stoddard, A. M., Xu, H., Madden, T., Allsworth, E, J., & Peipert, J. F. (2015). Fertility after Intrauterine Device Removal: A Pilot Study. Eur J Contracept Reprod Health Care, 20(3), 223–230.
  6. Zhu, H., Lei, H., Huang, W., Fu, J., Wang, Q., Shen, L., … Hu, L. (2013). Fertility in older women following removal of long-term intrauterine devices in the wake of a natural disaster. Contraception, 87(4), 416–420. https://doi.org/10.1016/j.contraception.2012.11.002


KLIK UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT